Opini-Pendidikan Ambyar Ala Didi Kempot
Pendidikan
Ambyar Ala Didi Kempot
Oleh
: Masbahur Roziqi
Penulis
adalah guru bimbingan dan konseling SMA Negeri 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo
Didi
Kempot telah tiada. Tepat tanggal 5 Mei 2020 lalu beliau wafat. Penyanyi
campursari legendaris tersebut meninggalkan banyak karya. Lagu-lagunya
menggugah lautan massa. Tua muda larut dalam nyanyiannya. Bahkan para sobat
ambyar, nama fans Didi Kempot, mayoritas terdiri dari generasi milenial. Lagunya
sukses membius anak-anak muda tersebut. Anak-anak muda yang pernah mengalami
sejarah patah hati.
Namun
siapa sangka, Didi Kempot juga bagian dari pejuang pendidikan. Saya namakan
pendidikan ambyar. Pendidikan berbasis pada lagu patah hati dan kesedihan.
Patah hati yang membuat ambyar jiwa dan fisik. Formula pendidikannya ada pada
lagu Didi Kempot. Ya, pendidikan tidak melulu harus berasal dari bapak ibu guru
berseragam formal di kelas. Melainkan juga bisa berasal dari seniman seperti
Didi Kempot. Merdeka belajar. Itu lah semangatnya.
Lantas
apa konsep pendidikan ambyar yang Didi Kempot tawarkan? Pendidikan ambyar
memiliki banyak makna. Sesuai dengan semangat pendidikan bagi semua. Pendidikan
sepanjang hayat. Tidak terbatas umur. Semua bisa mengambil nilai hikmahnya.
Untuk jadi pedoman hidup. Menjadi salah satu lampu penerang dalam menjalani
hidup yang penuh liukan problematika.
Pertama,
pendidikan ambyar mengajarkan semangat pantang menyerah. Didi Kempot beberapa
kali menyampaikan pada sobat ambyar jika patah hati harus dijogeti. Tidak
diratapi. Seseorang patah hati harus bangkit. Menunjukkan bahwa dirinya tidak
akan jatuh terpuruk. Melainkan bangkit meraih kehidupan lebih baik. Tidak
meratapi masa lalu. Lagu-lagu Didi Kempot sebagian besar berisi ungkapan patah
hati. Namun nada-nada dalam lagu tidak terpuruk kesedihan. Semuanya mengajak
pelantunnya bergoyang. Tujuannya, agar orang yang patah hati dapat meleburkan
kesedihannya dalam lagu dan jogetnya.
Kedua,
pendidikan ambyar mengajak generasi muda dan segenap sobat ambyar untuk
melestarikan budaya. Lagu Didi Kempot seluruhnya berbahasa Jawa. Menurut saya
dia sangat nasionalis. Hakikat nasionalis adalah mampu memperjuangkan dan
menghargai perbedaan yang ada dalam bingkai kekayaan budaya nasional. Dan Didi
Kempot mampu membuktikannya. Dia mampu membawa para sobat ambyar dari beragam
latar belakang untuk saling berjoget dan menyanyi dengan lantunan lagu Jawa.
Semuanya yang berlatar belakang suku apa pun larut menyanyi. Tidak ada saling
menjatuhkan. Saling melengkapi dalam nada.
Ketiga,
pendidikan ambyar menjadi salah satu terapi traumatik bagi korban patah hati.
Didi Kempot menawarkan terapi traumatik versi dia. Dia mengajak para korban
cinta tak bertepuk, cinta bertepuk sebelah tangan, atau cinta diduakan untuk
mengeliminasi pengalaman traumatik percintaan mereka. Seperti pada lagu Pamer
Bojo misalnya. Para korban yang mengalami perselingkuhan diajak untuk menjerit
lewat lagu. Bahkan jika perlu meneteskan air mata. Lepaskan. Luapkan.
Teriakkan. Tambah dengan goyangan badan. Hilangkan segala penat pikiran.
Ungkapkan segala kesumpekan. Syair cendol dawet yang saling bersahutan antar
sobat ambyar untuk melemparkan pengalaman traumatik yang pernah dialami para
sobat ambyar.
Terapi
traumatik ini juga menjadi bagian dari manajemen kelola kesedihan. Pengalaman
patah hati pasti menyisakan kesedihan. Pengelolaan kesedihan tersebut merupakan
salah satu kompetensi tugas perkembangan tiap individu. Dengan mampu mengelola
kesedihan, ungkapan pelampiasannya pun tidak akan lepas kontrol. Dapat terarah.
Bahkan bisa berguna untuk menghasilkan karya atau kegiatan. Lagu Didi Kempot
bisa menjadi pengiring seseorang untuk mengelola kesedihannya. Dengan
menyalurkan kesedihan lewat suara emasnya menirukan lagu Didi atau bergoyang
dan berteriak sekencang-kencangnya ketika bernyanyi.
Keempat,
pendidikan ambyar mengajak setiap individu untuk menjaga kepercayaan atau
amanah yang telah diembankan kepadanya. Lagu-lagu patah hati Didi Kempot banyak
berasal dari inspirasi hidupnya ketika menghadapi pengkhianatan. Ketika
kepercayaan telah terkhianati, maka hubungan sosial akan terancam. Tidak ada
lagi kehangatan. Akan muncul saling curiga. Demikian juga ketika amanah
dikhianati. Misalnya ketika mendapat amanah jabatan publik. Tidak mampunya
menjaga amanah akan rentan menimbulkan penyalahgunaan wewenang. Dan akhirnya
malah merugikan banyak orang. Hajat hidup orang banyak terabaikan. Padahal
seharusnya mampu diperjuangkan dengan wewenang jabatan yang dimiliki.
Kelima,
pendidikan ambyar mengajarkan individu untuk tidak surut menghadapi tantangan.
Akan banyak cobaan yang dihadapi seorang individu. Tanpa kecuali. Saatnya
menjadikan cobaan tersebut menjadi sebuah tantangan. Seberapa kuat dan kreatif
kita dalam mengelola setiap cobaan yang menimpa diri individu masing-masing.
Lagu-lagu Didi Kempot merupakan bagian dari kreativitas seorang Didi Kempot
untuk mengatasi tantangan lagu-lagu pop yang mendominasi kehidupan para kaum
milenial. Dan terbukti Didi Kempot mampu menandingi dominasi lagu-lagu pop.
Para sobat ambyar milenial yang histeris setiap ada konser Didi Kempot
merupakan bukti. Bahwa tiap cobaan selalu dapat menjadi titik awal keseuksesan
berikutnya. Demikian tantangan-tantangan berikutnya.
Beberapa
konsep pendidikan ambyar tersebut dapat para pendidik ambil untuk dipraktikkan
bersama para peserta didik. Sumber belajar dapat berasal dari mana pun.
Terlebih pesan pendidikan dari seniman sekaliber Didi Kempot. Kehidupan belia
pun dapat pula dijadikan inspirasi. Berasal dari keluarga mampu, beliau memilih
tidak mengandalkan kemakmuran keluarganya. Melainkan hidup merantau untuk
menerapkan bakat seninya yaitu menyanyi. Tidak sendiri, namun juga mengajak
orang-orang di sekitarnya untuk bersama menyuarakan suara emas mereka demi
menghibur orang lain. Bernyanyi dari diri sendiri, untuk orang lain. Didi
berharap dapat memberikan kesejahteraan mental bagi mereka yang mendengarkan
lagunya.
Akhirnya
semoga konsep pendidikan ambyar ini dapat terpelihara pada segenap insan
pendidikan. Boleh kita ambyar seambyar ambyarnya, namun raga tetap wajib
bangkit, dan jiwa selalu sehat. Demi pendidikan yang lebih baik. Salam
Pendidikan Ambyar! Selamat jalan Godfather of Broken Heart, Didi Kempot, Bapak
Pendidikan Ambyar Indonesia.
Comments
Post a Comment